(Unila): Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan pemaparan Rencana Strategis Teknologi Informasi (Renstra TI) sebagai langkah krusial dalam mempersiapkan operasional Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) Unila, Jumat, 5 Desember 2025.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Gedung 6 RSPTN Unila ini bertujuan untuk menetapkan fondasi infrastruktur, keamanan, dan tata kelola TI sesuai dengan arsitektur enterprise.
Penyusunan Renstra TI RSPTN Unila mengacu pada berbagai regulasi nasional, termasuk Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Bidang Kesehatan, kebijakan SATUSEHAT Kementerian Kesehatan, serta Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi.
Visi besar yang diusung adalah menjadikan RSPTN Unila sebagai Smart Teaching Hospital yang aman, terintegrasi, dan mampu mendukung ekosistem pelayanan, pendidikan, serta riset berbasis data secara berkelanjutan.
Dalam pemaparannya, tim pengembang menekankan bahwa strategi pembangunan TI akan dilakukan secara modular dan bertahap guna menghindari ketergantungan pada satu vendor tertentu. Infrastruktur ini mencakup implementasi 19 modul Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang didukung oleh pendanaan dari Asian Development Bank (ADB).
Selain itu, Unila membangun Data Center modular Tier-2+ dan Disaster Recovery Center (DRC) untuk menjamin layanan kesehatan dapat berjalan 24 jam non-stop dengan tingkat uptime yang tinggi.
Dari sisi keamanan informasi dan tata kelola, RSPTN Unila mengadopsi standar internasional ISO 27001 serta kerangka kerja COBIT 2019. Hal ini mencakup perlindungan data pasien sejak tahap desain (security and privacy by design) serta mitigasi terhadap risiko serangan siber seperti ransomware.
Interoperabilitas sistem juga menjadi prioritas melalui penggunaan API Gateway yang menghubungkan sistem rumah sakit dengan universitas, BPJS, dan regulator terkait.
Selain aspek teknis dan medis, Renstra TI ini juga memberikan fokus khusus pada layanan inklusif berbasis teknologi bagi penyandang disabilitas. Pengembangan aplikasi mobile nantinya akan dilengkapi fitur navigasi virtual, layanan suara untuk tunanetra, serta bahasa isyarat untuk tunarungu guna memastikan aksesibilitas layanan bagi seluruh lapisan masyarakat.
