(Unila): Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan pertemuan Review Mission bersama Tim Asian Development Bank (ADB) guna mengevaluasi fase akhir pembangunan Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) dan Integrated Research Center (IRC), Selasa, 21 April 2026. Pertemuan yang berlangsung di Gedung 6 RSPTN ini menandai progres signifikan proyek yang saat ini berada pada jalur yang tepat menuju operasional penuh.
Acara dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Dr. Habibullah Jimat, S.E., M.Si., yang mewakili rektor Unila. Dalam sambutannya Warek Unila menyampaikan informasi seleksi terbuka untuk posisi Direktur RSPTN yang telah mencapai tahap akhir dengan tiga calon terbaik.
Sedangkan rekrutmen staf medis dan administrasi akan diprioritaskan bagi tenaga internal Unila dengan tetap merujuk pada pedoman teknis pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (PK-BLU).
PMU HETI yang diwakili oleh Prof. Kharisun juga menekankan perlunya memperhatikan kebutuhan peralatan, jadwal pengadaan dan penggunaannya agar sesuai dengan rencana SDM yang direkrut. Manajer PMU ini juga mengharapkan agar pertemuan menjadi koordinasi dan monitoring agar bisa mendorong percepatan penyelesaian proyek HETI.
Sementara perwakilan dari ADB, Theresia Sembiring mengingatkan bahwa target awal loan closing proyek ini adalah pada bulan Mei 2027, atau tepat satu tahun kedepan. Senior Project Officer ADB ini juga menyampaikan bahawa jika rumah sakitnya sudah berdiri dan peralatan sudah mulai proses pengadaan, maka rencana lini masanya seperti apa.
ADB akan mendukung hal yang diperlukan untuk koordinasi lintas kementerian antara Kementerian Keuangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, dan Kementerian PAN-RB. Koordinasi ini juga harus diperkuat untuk memperjelas mekanisme kepegawaian institusi.
Uuntuk proses Pembangunan fisik proyek HETI telah menunjukkan capaian optimal dengan penyelesaian 100 persen konstruksi utama pada minggu ke-110. Saat ini, fokus dialihkan pada proses administrasi penyerahan pertama pekerjaan (BAST#1) yang dijadwalkan disepakati pada akhir April 2026.
Infrastruktur pendukung seperti Water Waste Treatment Plant (WWTP) juga telah rampung secara fisik, sementara Sertifikat Layak Fungsi (SLF) sedang dalam tahap finalisasi seiring dengan pengadaan komponen genset yang menjadi prasyarat utama.
Pada sektor pengadaan, paket peralatan medis utama telah memasuki tahap pengumuman tender dengan partisipasi belasan perusahaan penyedia. Guna memastikan kualitas layanan, Unila juga merancang pelatihan intensif selama delapan bulan bagi tenaga medis yang akan direkrut. Langkah ini bertujuan untuk menjamin sinkronisasi antara ketersediaan alat medis mutakhir dengan kompetensi operator di lapangan.
Aspek kesetaraan gender dan aksesibilitas disabilitas menjadi keunggulan tersendiri dalam pembangunan RSPTN dan IRC Unila. Implementasi fitur bangunan hijau (green building) serta desain ruang yang inklusif telah melalui tahap visitasi dan simulasi untuk memastikan kenyamanan seluruh pengguna layanan.
Program pengembangan kapasitas akademik juga menunjukkan hasil positif dengan tercapainya target publikasi ilmiah dan paten yang menjadi bagian dari indikator keberhasilan proyek HETI.
Pertemuan ini turut dihadiri perwakilan dari Bappenas RI, Staf ADB, Tim PMU HETI-Kemendiktisaintek dan Tim PIU HETI Universitas Lampung. Adanya Sinergi ini diharapkan mampu mengawal penyelesaian seluruh fase hingga penutupan pinjaman pada tahun 2027 mendatang. (dedi)

