HETI PIU RSPTN – IRC Unila

Proyek RSPTN Unila Dimatangkan, Peluncuran Ditargetkan Awal 2026

(Unila) Proyek pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Tinggi Negeri (RSPTN) Universitas Lampung terus dikebut. Dalam rapat evaluasi terbaru yang melibatkan Tim Pelaksana Implementasi (PIU) Unila dan Project Management Unit (PMU) serta dihadiri Tim PIU ITS, sejumlah langkah strategis dirumuskan demi memastikan proyek ini berjalan sesuai target dan dapat mulai beroperasi awal tahun 2026.

Salah satu pembahasan utama dalam rapat tersebut adalah soal anggaran. Hingga Juli 2025, realisasi dana yang telah tersalurkan mencapai lebih dari Rp51 miliar atau sekitar 61 persen dari total anggaran tahun ini. Meski masih ada sisa pagu sekitar Rp21 miliar, kebutuhan untuk termin selanjutnya perlu dipikirkan dengan cermat. Solusi yang diambil adalah merelokasi anggaran dari pos cadangan dan pengembangan kapasitas agar kebutuhan proyek di Unila tetap terpenuhi, tanpa mengganggu proyek serupa yang sudah lebih dulu aman, seperti di ITS.

Tak hanya soal uang, kebutuhan alat kesehatan juga menjadi perhatian. Setelah dilakukan perhitungan ulang, anggaran untuk pengadaan alat medis ternyata bisa ditekan dari estimasi awal Rp334 miliar menjadi Rp226 miliar. Penyesuaian ini dilakukan lewat beberapa cara, mulai dari pengurangan jumlah alat yang kurang prioritas, penyederhanaan spesifikasi teknis, hingga menunda pengadaan tahap kedua. Tim juga menegaskan bahwa pengadaan hanya akan dilakukan jika lokasi dan sumber daya sudah siap. Untuk menjamin kualitas, pemilihan alat akan melibatkan para ahli, termasuk spesialis manajemen rumah sakit dan teknisi elektromedis.

Sementara itu, strategi pengadaan barang dan jasa pun turut dirombak. Dengan mempertimbangkan keterbatasan anggaran, PIU Unila mengusulkan revisi terhadap rencana pengadaan. Beberapa paket pengadaan dipisah dan disesuaikan dengan metode yang paling efisien—ada yang menggunakan sistem Request for Quotation (RFQ) untuk pembelian sederhana, dan ada juga yang tetap memakai skema Open Competitive Bidding (OCB) untuk pengadaan yang lebih kompleks seperti instalasi alat dan pelatihan.

Namun, tantangan masih ada. Sistem e-Katalog versi terbaru ternyata belum mendukung unggahan dokumen untuk metode RFQ. Akibatnya, proses ini harus dilakukan secara manual melalui laman LPSE Kemendikbud dan situs resmi universitas. Meski demikian, tim optimistis proses ini tetap bisa berjalan lancar.

Mulai awal Agustus ini, revisi dokumen pengadaan diselesaikan dan diikuti dengan penyampaian surat resmi dari rektor kepada PMU. Selanjutnya, revisi rencana pengadaan dan perjanjian pinjaman akan disampaikan ke pihak terkait, termasuk Bappenas dan Kementerian Keuangan. Bulan Agustus ini menmang krusial, karena hampir seluruh agenda penyusunan, finalisasi, dan pengajuan dokumen dilakukan di periode ini.

Pembahasan juga menyentuh kontrak para konsultan. Model kontraknya bersifat time-based, artinya tetap berjalan selama output proyek masih bisa dicapai. Jika ada sisa dana, bisa dikembalikan ke skema proyek lewat pelaporan ke Asian Development Bank (ADB). Beberapa pekerjaan teknis pun masih tersisa, seperti perbaikan defect list dan penyelesaian punch list. Selama tidak mengganggu fungsi utama bangunan, hal-hal teknis ini bisa ditangani sambil jalan.

Secara keseluruhan, langkah-langkah yang diambil menunjukkan keseriusan semua pihak untuk menyukseskan proyek RSPTN Unila. Jika seluruh rencana berjalan lancar, rumah sakit pendidikan ini akan siap beroperasi di awal tahun 2026, menjadi fasilitas vital yang menggabungkan fungsi pelayanan kesehatan dan pengembangan akademik di lingkungan Universitas Lampung. (Dedi)

More from the blog

Unila Gelar Review Mission Proyek HETI-ADB Pastikan Kesiapan Operasional RSPTN dan IRC

(Unila): Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan pertemuan Review Mission bersama Tim Asian Development Bank (ADB) guna mengevaluasi fase akhir pembangunan Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri...

Revisi Waktu Pendaftaran Inhouse Training on Research Occupational Health and Safetyy (OHS) Laboratory

Yth: 1. Dekan Fakultas Kedokteran 2. Dekan Fakultas MIPA 3. Dekan Fakultas Pertanian 4. Dekan Fakultas Teknik Di Universitas Lampung Dalam rangka meningkatkan kompetensi dosen dalam praktik Keselamatan dan...

Permintaan Mengupload Laporan Hasil Riset Tahun ke-3

Yth, Ketua Peneliti Research Innovation and Collaboration Program, HETI Project Unila batch 1 dan 2 Tahun ketiga di Universitas Lampung Berdasarkan kontrak perjanjian Research...

Rektor Unila Kunjungi SCCR Semarang untuk Pengembangan RSPTN dan IRC

(Unila): Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., bersama jajaran pimpinan fakultas serta Direktur Pascasarjana Unila melakukan kunjungan...
EnglishIndonesianJapanese